Rahasia Sukses Tarbiyah

Jumat, 21 Maret 2014

Bismillah.
Pontianak, 21 Maret 2014

Halaqoh atau usroh adalah sebuah istilah yg ada hubungannya dgn dunia pendidikan, khususnya pendidikan atau pengajaran Islam (tarbiyah Islamiyah). Istilah halaqoh (lingkaran) biasanya digunakan untuk menggambarkan sekelompok kecil muslim yg secara rutin mengkaji ajaran Islam.

Jumlah peserta dalam kelompok kecil tersebut berkisar antara 3-12 orang. Mereka mengkaji Islam dgn manhaj (kurikulum) tertentu. Biasanya kurikulum tersebut berasal dari murobbi yg menaungi halaqah tsb. Di beberapa kalangan, halaqoh disebut juga dgn mentoring, ta‘lim, pengajian kelompok, tarbiyah atau sebutan lainnya.

Arti Tarbiyah
Dalam Islam, istilah pendidikan disebut dgn tarbiyah. Menurut ilmu bahasa, tarbiyah berasal dari tiga pengertian kata robbaba – robba - yurobbii yg artinya memperbaiki sesuatu dan meluruskannya. Sedang arti tarbiyah secara istilah adalah menyampaikan sesuatu untuk mencapai kesempurnaan, dimana bentuk penyampaiannya satu dgn yg lain berbeda sesuai dgn tujuan pembentukannya atau sesuatu yg dilakukan secara bertahap dan sedikit demi sedikit oleh seorang pendidik.

Makna Tarbiyah
Makna tarbiyah adalah proses pengembangan dan bimbingan, meliputi jasad, akal, dan jiwa, yg dilakukan secara berkelanjutan, dgn tujuan akhir si Mutarobbi tumbuh dewasa dan hidup mandiri di tengah masyarakat.

Hakikat Dakwah
  1. Panjang jalannya.
  2. Penuh onak dan duri.
  3. Sedikit yg bertahan.
Jika ada 100 orang pasukan, maka aku 1 di antaranya.
Jika ada 10 orang pasukan, maka aku 1 di antaranya.
Jika hanya ada 1 orang pasukan, maka aku lah 1 orang tsb.

Rahasia Sukses Tarbiyah
  1. Istiqomah
    a. Istiqomah dalam mencari hidayah
    Tidak memberikan peluang untuk  tidak hadir dalam tarbiyah dan hal yg memberikan energy utk Murobbi dan Mutarobbi dalam roda dakwah. Seringkali kita mendengar bahwa Akhwat yg menjawab ketika ditanya, “Kapan Anti memakai kerudung?”, “Tunggu hidayah”, jawabnya.

    b. Istiqomah dalam keikhlasan
    Terkadang yg membuat kita merasa tidak tenang dalam hidup ini karena kita tidak ikhlas. Coba anda lihat petani yg hidup enak walau makan di tepi sawah bersama keluarga, itu karena mereka menjalaninya dgn ikhlas.

    c. Istiqomah dalam ketaatan dan kesabaran
    Inilah hal terberat bagi setiap da’i dan bahkan nabi. Ayat yg membuat nabiyullah Muhammad SAW berubah rambutnya, adalah perintah untuk istiqamah.
     
    Dalam Surah Hud : 112 di jelaskan “Maka tetaplah kamu pada jalan yg benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yg telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yg kamu kerjakan”.
     
    Bersabarlah kamu bersama mereka yg menyeru kepada Allah Swt. Dalam perjalanan panjang dakwah dan tarbiyah ini, istiqomah dibangun melalui tarbiyah imaniyah yg terus-menerus, baik secara jama’i maupun dzati (mandiri). Liqo tarbawi sangat dipenuhi dgn suasana ruhiyah dan peribadahan (munakh ruhi wa ta’abbudi), dan berbagai aktifitas jama’i untuk tarqiyah ma’nawiyah dan tazkiyatun-nafs dilakukan secara periodik dan konsisten. Kemudian, ditopang oleh suasana saling menasehati (munakh tanashi) dalam kebenaran (bil-haq), dalam kesabaran (bis-shabr) dan dalam kasih sayang (bil-marhamah).
     
  2. Disiplin dan tanggung jawab (Indibath bil mas'uliyah)
    Pada masa lalu Murobbi merasa bersalah / menyesal ketika datang terlambat atau tidak menghadiri tarbiyah. "Bolosnya Murobbi bagaikan penyesalan seperti meninggalkan amanah sebesar gunung Uhud". Jika tidak ada waktu, usahakan ada penggantinya. Dan jika tidak bisa, usahakan pekan depan tidak terulang lagi.
    • Tidak boleh melupakan tanggungjawab sebagai aktivis.
    • Mencontoh orang Cina (maaf tidak bermaksud rasis) yg bangun pagi karena disiplin dan terbiasa. *Salut
    • Tidak boleh memperlihatkan  kesusahan kepada Mutarobbi.
    • Izin kepada Murobbi ketika tidak datang.
    • Mencari materi yg tidak dapat / ketika tidak hadir agar Al-fahmi (kepahaman) yg kita cari tidak tertinggal dgn teman yg hadir.

    Dalam At-Taubah : 24 Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yg kamu usahakan, perniagaan yg kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yg kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yg fasik.
     
    Di contohkan ada seorang Ikhwan, yg setiap hari Senin sampai Jum’at bekerja dan menjadwalkan Tarbiyah setiap Sabtu. Namun seiring waktu, pekerjaan menuntut nya setiap hari Sabtu ada lembur. Ikhwan tsb pun memutuskan utk berhenti dari pekerjaan karena merasa panggilan Allah Swt. lebih utama dibandingkan pekerjaan. Awalnya memang sulit, namun pada akhirnya dia menemukan pekerjaan baru yg layak dan mendapatkan keberkahan oleh Allah Swt.

     
  3. Kemenyeluruhan dalam peran tarbiyah (at-takamuliyah fid-daur at-tarbawi)  
    Murobbi tidak hanya menjadi guru yg menyampaikan ilmu, namun bersamaan dgn itu menjadi Ustadz / Syekh yg bertanggungjawab terhadap ruhiyah Mutarobbi, juga sebagai Bapak / Ibu yg membimbing sang anak dan juga sebagai sahabat yg bisa di ajak bermusyawarah.

  4. Tidak boleh pelit dalam memotivasi, memuji ketika Mutarobbi berprestasi dan memberi dukungan ketika gagal “Kita masih ada kesempatan”. Terkadang ketika di perhatikan, biasanya ada energy positif yg masuk dibandingkan dengan orang yg di abaikan.

    Membuka ruang partisipasi / syuro. Walaupun wewenang ada di tangan Murobbi, tapi Murobbi harus memberikan ruang musyawarah sehingga tahu maksud dan tujuan apa yg dibahas. Ketika salah dalam musyawarah, "ya musyawarah lagi". :D

Harapan
Bagi Murobbi memiliki kebahagiaan tersendiri ketika Mutarobbi memiliki ilmu yg lebih luas. Berbeda dgn guru silat, biasanya bagi guru silat pada hakikatnya sama menurunkan ilmu nya kepada murid namun ilmu pamungkasnya tidak di berikan.

  • Murobbi harus memiliki 1 kelebihan / ciri khas.
  • Keseganan di bentuk dari kapasitas.
  • Memiliki sifat hamas / semangat yg menggelora.
  • Ghiroh (kecemburuan / pembelaan) Jika ada yg menjelek-jelekkan kita harus membela.
  • Izzah (harga diri / kebanggaan).

Yg harus di tanamkan utk Mutarobbi adalah “Menjadi Murobbi". Karena tujuan mulia dan akhirnya yg dibina akan menjadi membinaMurobbi dikatakan gagal ketika tidak bisa menciptakan Murobbi baru.

Kemenyeluruhan pesan-pesan tarbiyah inilah yg telah menghasilkan kader-kader terbaik dari kalangan sahabat Rasul Saw. (as-Sabiqunal Awalun) dan juga generasi berikutnya.

Dgn ini setiap mad’u atau Mutarobbi merasa nyaman dalam rumah tarbiyah mereka, memiliki semangat penerimaan (Ruhul Istijabah) yg kuat erhadap segala arahan dan bimbingan dari sang Murobbi tercinta.
Sehingga sebentar saja berada di rumah tarbiyah, mereka mengalami perubahan kepribadian yg cepat (Qabil lit-taghyir) dan selanjutnya mereka keluar dari rumah tarbiyah sebagai penyeru-penyeru perubahan ke arah kebaikan.

Demikianlah tarbiyah menjadi sarana efektif utk membangkitkan kesadaran umat dan membalikkan orientasi hidup mereka. Halaqoh amah (umum) dan halaqoh khashah (khusus / liqo) menghiasi malam-malam dan siang, dimana ribuan spidol whiteboard menuliskan kalimat Islam setiap harinya. Sebuah irama yg terus bergema tak pernah berhenti. Persis ungkapan Nabi Nuh as. “Ya Rabbbi, sesungguhnya aku telah mendakwahi kaumku malam dan siang”. (Q.S Nuh : 5).

(Q.S Ali Imran : 79) “Tidak wajar bagi seseorang manusia yg Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah." Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.

Pulang kembali ke rumah dgn dada yg penuh keindahan iman dan kesempurnaan tawakal kepada Allah Swt. Ilmu dan pemahaman yg di dapatkan dalam tarbiyah kemarin, telah menjadi tema berbagai liqa’at tarbawi pada keesokan harinya. Merekalah sosok-sosok Rabbaniyah.

Salah satu yg layak dicatat sebagai faktor penentu perkembangan dakwah gerakan Tarbiyah ini adalah semangat mereka untuk berbagi kebaikan, seluas mungkin, sebanyak mungkin. Para aktivis Tarbiyah tak menunggu sampai memiliki bertumpuk-tumpuk ilmu, beratus-ratus hafalan hadits atau berjuz-juz hafalan qur’an untuk berdakwah.

Y U K   L I Q O 

Wallahu’alam bisshawab.
Sesungguh ny sebenar-benar ny pembicaraan adalah Kalam Allah Swt.
Sebaik-baik petunjuk adalah Petunjuk Muhammad Saw.
Dan sejelek-jelek perkara adalah yg d ada-adakan.

Semoga bermanfaat.
Wassalam.

#Al-FatihSquad 
a. Istiqomah dalam mencari hidayah
Tidak memberikan peluang untuk  tidak hadir dalam tarbiyah dan hal yg memberikan energy utk Murobbi dan Mutarobbi dalam roda dakwah. Seringkali kita mendengar bahwa Akhwat yg menjawab ketika ditanya, “Kapan Anti memakai kerudung?”, “Tunggu hidayah”, jawabnya.

b. Istiqomah dalam keikhlasan
Terkadang yg membuat kita merasa tidak tenang dalam hidup ini karena kita tidak ikhlas. Coba anda lihat petani yg hidup enak walau makan di tepi sawah bersama keluarga, itu karena mereka menjalaninya dgn ikhlas.

c. Istiqomah dalam ketaatan dan kesabaran
Inilah hal terberat bagi setiap da’i dan bahkan nabi. Ayat yg membuat nabiyullah Muhammad SAW berubah rambutnya, adalah perintah untuk istiqamah.
Dalam Surah Hud : 112 di jelaskan “Maka tetaplah kamu pada jalan yg benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yg telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yg kamu kerjakan”.
Bersabarlah kamu bersama mereka yg menyeru kepada Allah Swt. Dalam perjalanan panjang dakwah dan tarbiyah ini, istiqomah dibangun melalui tarbiyah imaniyah yg terus-menerus, baik secara jama’i maupun dzati (mandiri). Liqo tarbawi sangat dipenuhi dgn suasana ruhiyah dan peribadahan (munakh ruhi wa ta’abbudi), dan berbagai aktifitas jama’i untuk tarqiyah ma’nawiyah dan tazkiyatun-nafs dilakukan secara periodik dan konsisten. Kemudian, ditopang oleh suasana saling menasehati (munakh tanashi) dalam kebenaran (bil-haq), dalam kesabaran (bis-shabr) dan dalam kasih sayang (bil-marhamah).

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Followers on Facebook

 
Copyright © 2011. Jangan Malu Menjadi Programer - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger