Sistem Kaderisasi Kampus (Pengkaderan atau Senioritas?)

Selasa, 10 Desember 2013

Bismillah.
Banyak yg heran sekaligus bertanya-tanya kenapa harus ada kaderisasi dalam setiap organisasi baik itu d kampus maupun organisasi kemasyarakatan. Apa sebegitu penting ny kaderisasi utk organisasi?.
Mari kita tela’ah secara bersama-sama.

Di ibaratkan menanam pohon
Dalam sebuah kisah d terangkan seorang kakek yg sudah tua renta menanam sebuah pohon kurma. Kebetulan pada saat itu seorang raja lewat dan melihat kakek yg sedang menanam tsb. Dgn rasa penasaran sang raja bertanya kepada si kakek tentang alasan atau motivasi menanam pohon tsb. Sang raja bertanya seperti itu karena semua orang sudah tahu bahwa pohon kurma tidak akan berbuah kecuali setelah beberapa tahun sehingga mana mungkin kakek itu menanam pohon kurma utk d petik oleh diri ny sendiri. Ternyata benar, ketika d tanya si kakek menjawab dgn bijak. “Dulu orang-orang sebelum kita menanam pohon kurma sehingga buah ny dapat kita nikmati sekarang, apakah tidak ada keinginan dalam diri kita utk mengikuti jejak mereka dgn menanam pohon kurma saat ini supaya generasi setelah kita dapat menikmati buah kurma dari pohon yg kita tanam?”.

Apa itu Pengkaderan?
Pengkaderan berasal dari kata “kader”, yg berarti penerus. Tujuan paling akhir dari pengondisian itu adalah utk membentuk generasi penerus yg nanti ny akan meneruskan visi dan misi kelompok tsb. Sebuah tujuan yg mulia, bukan?. Maka proses pengkaderan itu d turunkan dan d wariskan pada generasi berikut ny utk mendidik banyak lagi generasi selanjut ny, dan akhir ny ia menjadi sebuah tradisi.

Setiap generasi dari setiap zaman yg berbeda mungkin saja mempunyai tujuan lain dalam mengadakan pengkaderan, tetapi tujuan utama itu tidak pernah hilang. Ia seperti abadi, d ceritakan dan d kuliahkan turun-temurun.

Hingga saat ini, belum ada aturan baku yg memiliki standarisasi baik dalam sebuah pola kaderisasi. Pola-pola tsb biasa ny disesuaikan dgn kebutuhan kader organisasi yg d jalani. Namun, dari beberapa pola kaderisasi Himpunan Mahasiswa d beberapa Perguruan Tinggi ialah menciptakan kader Himpunan yg memiliki loyalitas tinggi dan memiliki solidaritas yg tinggi terhadap Himpunan maupun angkatan ny.

Proses regenerasi memiliki peran penting dalam kelangsungan organisasi, bila proses regenerasi tsb terhambat maka proses berjalan ny organisasi itu juga akan terganggu seperti api unggun yg kehabisan kayu bakar. Demikian penting ny regenerasi menjadikan bagian pengkaderan dalam organisasi memiliki peran sentral utk senantiasa menyediakan stok kader agar sebuah organisasi bisa tetap hidup.

Jadi,pengkaderan yg ideal itu harus sesuai dgn tujuan dan esensi dari pengkaderan itu sendiri, dan juga harus sesuai dgn Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dan yg terpenting pengkaderan harus memanusiakan Maba bukan membuat sebuah robot Mahasiswa yg selalu patuh pada senior ny. 

Tawaran konsep
Ada 4 point penting yg harus d tekankan pada pengkaderan Maba utk melahirkan Mahasiswa yg ideal:
Pertama, life skill dan organisasi:
Fokus yg dibangun adalah berbasiskan kesadaran. Karena yg perlu d tanamkan dari awal d benak Maba adalah kesadaran pengenalan diri. Juga perlu d perkenalkan organisasi. Jangan sampai hanya mentok pada bangku kuliah saja dan menciptakan Mahasiswa apatis. 

Kedua, ketauladanan dari Pengkader:
Ini merupakan master plan mereka dalam menjajaki kehidupan baru d kampus. Pengkader yg baik adalah yg membimbing Maba ny menjadi baik. Salah satu analogi ny ketika kita menjadi seorang ayah, lalu kita memberi contoh dan mengajarkan hal-hal yg salah kepada anak kita maka anak kita juga akan mengikuti apa yg kita ajarkan.

Ketiga, titik tolak utk berubah:
Suatu proses utk beradaptasi dan juga merubah dari pola pikir siswa menjadi pola pikir Mahasiswa yg kata ny Mahasiswa itu kritis. Di sini kita bisa menumbuhkan idealisme Mahasiswa dgn menamamkan sikap disiplin yg bisa mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari ny. Pengkaderan juga harus membuat Maba itu sendiri mengetahui fungsi ny sebagai Mahasiswa. karena sebagai Mahasiswa bukan hanya mempunyai fungsi akademik tetapi juga banyak fungsi lain. Contoh ny berfungsi sebagai agen of change (agen perubahan), social control (pengawal kebijakan pemerintah), moral force (teladan masyarakat). 

Keempat, bersifat religius:
Jika format pengkaderan Maba d dasari oleh pemahaman agama, maka akan terlahir kader-kader anak bangsa yg ideal, akan muncul sosok Mahasiswa yg kritis, akademis, dan idealis. Dgn menjadikan Islam sebagai tiang awal kita utk mengkader maka kekerasan tidak akan terjadi lagi.

Tentu ny semua itu bisa terlaksana jika d landasi dgn spirit keikhlasan dalam dada. Jangan ada dendam kesumat dgn sebuah kedzaliman dan tindak kekerasan, karena Allah Swt. telah menjelaskan kepada kita: ”Dan bagi orang-orang yg dzalim (pelaku kekerasan) itu tidak ada seorangpun pelindung dan tidak ada pula penolong bagi ny” (QS. Al Hajj: 71). Rasulullah Saw. juga pernah bersabda: ”Takutlah kalian pada kedzaliman, karena kedzaliman itu merupakan kegelapan pada hari kiamat”

Evaluasi sekarang!
Itulah masalah yg sedang marak saat ini. Kita hanya menyontek dan menjiplak konsep-konsep yg sudah ada tanpa mau repot-repot memikirkan ny lagi. Itulah yg akan terjadi jika kita hanya mengambil konsep orang lain dan menjalankan ny seakan dgn jaminan, bahwa jika orang lain berhasil menerapkan konsep itu dgn baik, begitu pula dgn kita. Hei, apakah kita lupa pada banyak faktor lain yg seharus ny kita pertimbangkan sebelum memulai menggunakan konsep itu?. Situasi dan kondisi, serta kualitas awal calon penerus seharus ny kita jadikan dasar utk menentukan langkah kita selanjut ny. 

Kehidupan ini memang abu-abu, utk jadi idealis sempurna itu mustahil. Kita semua ada di zona abu-abu. Kita tidak akan pernah bisa jadi hitam ataupun putih sempurna. Kita tidak akan bisa hidup di satu sudut pandang saja, keluar dari zona aman dan coba lihat dunia dari banyak sisi.

Pertanyaan ny sekarang, “apakah benar pembinaan tidak menghasilkan apa-apa kecuali hanya menambah beban mental bagi Maba?. Dan apakah pembinaan itu hanya lh serangkaian acara yg tidak mempunyai konsep jelas, dan hanya menjadi kegiatan yg tidak bermanfaat yg menyita waktu Maba d tengah jadwal ny yg mulai padat?”.

Mungkin anda yg tengah membaca ini akan menjawab “Ya”. Tapi apakah benar seperti itu ada ny?.

D balik semua itu terdapat harapan agar dapat mempersiapkan kader penerus terbaik dan melanjutkan estafet kepemimpinan yang telah berlangsung dari para perintis.

Tampak ny sekarang hal itulah yg menjadi kendala bagi setiap Himpunan Mahasiswa hari ini, mereka sebenar ny mempunyai tujuan yg mulia, tapi mungkin ada cara-cara dari Himpunan itu sendiri yg mungkin sulit dipahami oleh objek pembinaan ny, Maba. 

Hal yg menurut saya paling penting adalah, mengkader lh dgn hati. Mengkader lh sebagai abang yg ingin adik ny menjadi lebih baik terus menerus. Bila memang salah dan perlu d beritahu dgn cara memarahi ny, tidak masalah. Ingat lh bahwa kita adalah manusia biasa, ada kala ny kita salah, terima lh kritik dari junior utk perbaikan diri kita. Karena kalimat senior selalu benar bukan lh sebagai tameng saat diri kita melakukan kesalahan, melainkan sebuah perintah bagi diri utk selalu melakukan apa yg benar dan selalu memberikan bimbingan yg terbaik.

Kaderisasi yg hanya senioritas dan perploncoan belaka memang tak pantas menjadi bagian dari fikiran kita. Tapi kaderisasi yg berkualitas demi menciptakan kader-kader yg handal justru menjadi tanggung jawab kita. 

“Kalau anda mau mengubah sistem, maka ikut bergabung lh kedalam ny, dan jadi lh agen perubahan”.
Anda tidak akan bisa membersihkan Masjid jika hanya berteriak dari luar, bergegas lh masuk ke dalam, dan segera bersihkan (Muhammad Nurudin, Eks. Ketua BEM FMIPA 2010).

Wallahu’alam bisshawab…
Sesungguh ny sebenar-benar ny pembicaraan adalah Kalam Allah Swt.
Sebaik-baik petunjuk adalah Petunjuk Muhammad Saw.
Dan sejelek-jelek perkara adalah yg d ada-adakan.

Semoga bermanfaat.
Wassalam.

Oleh : Gunawan (Skom’12)
PSDM Kaderisasi HIMASTER FMIPA UNTAN
Kaderisasi KAMMI Komsat UNTAN
Share this article :

3 komentar:

Followers on Facebook

 
Copyright © 2011. Jangan Malu Menjadi Programer - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger