News Update




  • SMKN 7 Ptk berhasil menjadi Juara 2 dalam Olimpiade ini
  • My Best Friends Rekayasa Perangkat Lunak A SMKN 7 Ptk
  • Bangga ketika bisa memberikan sesuatu untuk Sekolah. Semoga setelah lulus bisa berkontribusi besar untuk kemajuan SMKN 7 Ptk. Aami..in.
  • Thanks for visiting my Blog




Selamat Hari Pramuka ke-53

Kamis, 14 Agustus 2014

Selamat hari Pramuka ke-53

Revitalisasi Gerakan Pramuka yang telah berjalan dengan tujuan utamanya adalah untuk memantapkan eksistensi Gerakan Pramuka serta untuk meningkatkan fungsi Gerakan Pramuka, ini memang telah memperlihatkan hasil yang cukup menggembirakan. Namun demikian, bersamaan dengan itu, harus diakui pula bahwa tantangan yang dihadapi oleh Gerakan Pramuka dan juga oleh kaum muda Indonesia, juga makin bertambah berat.  

Gerakan Pramuka, yang merupakan salah satu pilar pendidikan kaum muda di Indonesia, dituntut untuk dapat lebih berkontribusi secara nyata dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam menyelesaikan masalah kaum muda.  

Sesunggunyalah pada dewasa ini, Gerakan Pramuka serta generasi muda di Indonesia banyak menghadapi berbagai masalah. Masalah dan ataupun tantangan yang dimaksud antara lain adalah masih tingginya angka putus sekolah, sulitnya mendapatkan pekerjaan, maraknya tindakan kriminalitas yang melibatkan generasi muda, rendahnya rasa hormat kaum muda kepada orang tua dan para guru, perubahan gaya hidup yang menjurus pada perilaku tidak sehat, meningkatnya perilaku merokok pada usia muda, makin tingginya konsumsi narkoba dan zat adiktif, serta makin meningkatnya pergaulan bebas yang berakibat pada terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan dan aborsi di kalangan generasi muda, tentu saja sangat memperihatikan kita semua.  

Untuk kepentingan bangsa dan negara pada masa depan, berbagai masalah dan atau tantangan yang dihadapi tersebut, tentu saja harus segera dapat ditanggulangi. Disinilah menjadi penting peranan Gerakan Pramuka. Sebagai lembaga pendidikan non formal yang tujuan utamanya adalah untuk membentuk karakter kaum muda, menanamkan semangat kebangsaan, serta meningkatkan keterampilan generasi muda, Gerakan Pramuka memang dapat berbuat banyak.    

Sejarah memang telah mencatat besarnya peranan anggota dan organisasi Pramuka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pada masa-masa awal kebangkitan nasional, para anggota Pramuka (kepanduan) mempunyai peranan besar dalam membangkitkan semangat kebangsaan. Pada sekitar tahun 1920-an para anggota Pramuka (kepanduan) berperan besar dalam menggalang semangat persatuan. Untuk kemudian, pada masa-masa awal kemerdekaan, para anggota Pramuka (kepanduan) berperan besar dalam menggelorakan semangat bela negara.  

Pada saat ini, di era pembangunan nasional, yang berhadapan dengan makin kompleknya berbagai masalah dan ataupun tantangan, adalah harapan bersama kiranya Gerakan Pramuka dapat berkiprah dalam turut mensukseskan pembangunan nasional tersebut. Utamanya dalam turut mengatasi berbagai masalah dan atau tantangan kaum muda. Pramuka dan Gerakan Pramuka harus dapat berperan sebagai penyelamat Generasi Muda.  

Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan yang berperan melengkapi pendidikan formal bagi generasi muda, sejak dicanangkannya revitalisasi pada tahun 2006 lalu, terus menerus membenahi diri. Pada saat ini dengan telah terbitnya Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, tentu saja upaya pembenahan diri tersebut harus semakin ditingkatkan.  

Untuk terwujudnya visi dan misi Gerakan Pramuka, kepada semua pihak agar dapat secara terus-menerus dan bersama-sama mengibarkan panji-panji Gerakan Pramuka. Pada saat ini ditengah banyaknya kemelut yang dihadapi bangsa dan negara, tekad untuk terus mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa harus dapat ditingkatkan.  

Untuk ini peranan Gerakan Pramuka adalah penting. Karena Gerakan Pramuka, sebagai satu lembaga pendidikan yang menghimpun berbagai suku bangsa, agama dan kepercayaan, jelas merupakan suatu instrumen yang andal dalam mempersatukan bangsa dan negara. Sesungguhnyalah, salah satu peran utama yang diharapkan dari Gerakan Pramuka, adalah sebagai perekat bangsa.  

Pembentukan karakter yang tangguh bagi generasi muda merupakan hal yang amat penting dan bahkan menentukan nasib bangsa dan negara di masa depan. Kita juga telah sering mendengar perlunya generasi muda memiliki kepribadian yang kuat, bersemangat, ulet, pantang menyerah, disiplin, inovatif serta mampu bekerja keras. Namun pada kenyataannya, kondisi yang kita hadapi sekarang, karena pengaruh berbagai faktor, terutama globalisasi, kemajuan teknologi informasi serta telekomunikasi, menunjukkan hal yang sebaliknya .  

Pada saat ini, sadar atau tidak, nilai-nilai asing, langsung maupun tidak langsung, telah memberi banyak pengaruh negatif kepada generasi muda Indonesia. Pada saat ini, suka atau tidak, harus diakui, banyak generasi muda yang mulai kurang peduli terhadap masalah-masalah kebangsaan. Rasa cinta terhadap tanah air serta kesediaan untuk membela negara, tampak semakin rendah. Pada saat ini, suka atau tidak, harus diakui bahwa banyak generasi muda Indonesia yang telah tidak peduli lagi dengan sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa.  

Untuk mengatasinya, sekali lagi sangat diperlukan keterlibatan aktif generasi muda dalam kegiatan kepramukaan. Karena sesungguhnyalah salah satu kewajiban setiap anggota Gerakan Pramuka, sebagaimana yang telah dirumuskan oleh Bapak Pramuka Dunia, Baden Powell, disamping ditujukan terhadap Tuhan (duty to the God), terhadap sesama (duty to others) dan terhadap diri sendiri (duty to self), juga yang terpenting adalah terhadap tanah air, bangsa dan negara (duty to country).

Setelah revitalisasi Gerakan Pramuka dicanangkan, dan pada saat ini ditambah dengan telah terbitnya Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, tampak kedudukan dan peranan Gerakan Pramuka makin bertambah kokoh. Tentu saja untuk terlaksanya berbagai kegiatan yang dimilikinya, diperlukan dukungan yang kuat dari berbagai pihak. Revitalisasi Gerakan Pramuka yang inti pokoknya adalah mengaktifkan kembali Gugusdepan diseluruh Indonesia, tidak akan terlaksana apabila tidak mendapat dukungan dari orang tua, masyarakat dan pemerintah.

Dalam kaitan ini adalah harapan bersama, para orang tua, melalui Komite Sekolah dapat berperan aktif mendukung Gugusdepan Gerakan Pramuka berbasis sekolah. Selanjutnya adalah harapan bersama pula masyarakat, melalui Perangkat Desa dan jajarannya, dapat mendukung Gugusdepan Gerakan Pramuka berbasis komunitas. Untuk kemudian  Gugusdepan mendapat dukungan yang penuh dari pemerintah, sebagaimana yang tercantum dalam UU No 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Pasal 36 ayat c UU No 12 tahun 2010 menyebutkan Pemerintah dan Pemerintah daerah bertugas membantu ketersediaan tenaga, dana dan fasilitas yang diperlukan untuk pendidikan kepramukaan.  

Satyaku ku Dharmakan, Dharmaku Kubaktikan Selamat Hari Pramuka ke-53
Kode Kehormatan Pramuka 
Trisatya:
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
- Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan    menjalankan Pancasila.
- Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat.
- Menepati Dasa Dharma
 
Dasa Dharma Pramuka:
1.  Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2.  Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
3.   Patriot yang sopan dan kesatria
4.  Patuh dan suka bermusyawarah
5.  Rela menolong dan tabah
6.  Rajin, trampil dan gembira
7.  Hemat, cermat dan bersahaja
8.  Disiplin, berani dan setia
9.  Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 
10 .Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan  

Hymne Pramuka: 
Kami pramuka Indonesia
Manusia Pancasila
Satyaku ku Dharmakan
Dharmaku ku Baktikan
Agar Jaya, 
Indonesia,
Indonesia Tanah airku    

Kami jadi pandumu...  



Gunawan (Wakil Ketua Dewan Kwartir Ranting Pontianak Timur 2013-2016)  
Sumber Berita Gambar

Rahasia Sukses Tarbiyah

Jumat, 21 Maret 2014

Bismillah.
Pontianak, 21 Maret 2014

Halaqoh atau usroh adalah sebuah istilah yg ada hubungannya dgn dunia pendidikan, khususnya pendidikan atau pengajaran Islam (tarbiyah Islamiyah). Istilah halaqoh (lingkaran) biasanya digunakan untuk menggambarkan sekelompok kecil muslim yg secara rutin mengkaji ajaran Islam.

Jumlah peserta dalam kelompok kecil tersebut berkisar antara 3-12 orang. Mereka mengkaji Islam dgn manhaj (kurikulum) tertentu. Biasanya kurikulum tersebut berasal dari murobbi yg menaungi halaqah tsb. Di beberapa kalangan, halaqoh disebut juga dgn mentoring, ta‘lim, pengajian kelompok, tarbiyah atau sebutan lainnya.

Arti Tarbiyah
Dalam Islam, istilah pendidikan disebut dgn tarbiyah. Menurut ilmu bahasa, tarbiyah berasal dari tiga pengertian kata robbaba – robba - yurobbii yg artinya memperbaiki sesuatu dan meluruskannya. Sedang arti tarbiyah secara istilah adalah menyampaikan sesuatu untuk mencapai kesempurnaan, dimana bentuk penyampaiannya satu dgn yg lain berbeda sesuai dgn tujuan pembentukannya atau sesuatu yg dilakukan secara bertahap dan sedikit demi sedikit oleh seorang pendidik.

Makna Tarbiyah
Makna tarbiyah adalah proses pengembangan dan bimbingan, meliputi jasad, akal, dan jiwa, yg dilakukan secara berkelanjutan, dgn tujuan akhir si Mutarobbi tumbuh dewasa dan hidup mandiri di tengah masyarakat.

Hakikat Dakwah
  1. Panjang jalannya.
  2. Penuh onak dan duri.
  3. Sedikit yg bertahan.
Jika ada 100 orang pasukan, maka aku 1 di antaranya.
Jika ada 10 orang pasukan, maka aku 1 di antaranya.
Jika hanya ada 1 orang pasukan, maka aku lah 1 orang tsb.

Rahasia Sukses Tarbiyah
  1. Istiqomah
    a. Istiqomah dalam mencari hidayah
    Tidak memberikan peluang untuk  tidak hadir dalam tarbiyah dan hal yg memberikan energy utk Murobbi dan Mutarobbi dalam roda dakwah. Seringkali kita mendengar bahwa Akhwat yg menjawab ketika ditanya, “Kapan Anti memakai kerudung?”, “Tunggu hidayah”, jawabnya.

    b. Istiqomah dalam keikhlasan
    Terkadang yg membuat kita merasa tidak tenang dalam hidup ini karena kita tidak ikhlas. Coba anda lihat petani yg hidup enak walau makan di tepi sawah bersama keluarga, itu karena mereka menjalaninya dgn ikhlas.

    c. Istiqomah dalam ketaatan dan kesabaran
    Inilah hal terberat bagi setiap da’i dan bahkan nabi. Ayat yg membuat nabiyullah Muhammad SAW berubah rambutnya, adalah perintah untuk istiqamah.
     
    Dalam Surah Hud : 112 di jelaskan “Maka tetaplah kamu pada jalan yg benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yg telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yg kamu kerjakan”.
     
    Bersabarlah kamu bersama mereka yg menyeru kepada Allah Swt. Dalam perjalanan panjang dakwah dan tarbiyah ini, istiqomah dibangun melalui tarbiyah imaniyah yg terus-menerus, baik secara jama’i maupun dzati (mandiri). Liqo tarbawi sangat dipenuhi dgn suasana ruhiyah dan peribadahan (munakh ruhi wa ta’abbudi), dan berbagai aktifitas jama’i untuk tarqiyah ma’nawiyah dan tazkiyatun-nafs dilakukan secara periodik dan konsisten. Kemudian, ditopang oleh suasana saling menasehati (munakh tanashi) dalam kebenaran (bil-haq), dalam kesabaran (bis-shabr) dan dalam kasih sayang (bil-marhamah).
     
  2. Disiplin dan tanggung jawab (Indibath bil mas'uliyah)
    Pada masa lalu Murobbi merasa bersalah / menyesal ketika datang terlambat atau tidak menghadiri tarbiyah. "Bolosnya Murobbi bagaikan penyesalan seperti meninggalkan amanah sebesar gunung Uhud". Jika tidak ada waktu, usahakan ada penggantinya. Dan jika tidak bisa, usahakan pekan depan tidak terulang lagi.
    • Tidak boleh melupakan tanggungjawab sebagai aktivis.
    • Mencontoh orang Cina (maaf tidak bermaksud rasis) yg bangun pagi karena disiplin dan terbiasa. *Salut
    • Tidak boleh memperlihatkan  kesusahan kepada Mutarobbi.
    • Izin kepada Murobbi ketika tidak datang.
    • Mencari materi yg tidak dapat / ketika tidak hadir agar Al-fahmi (kepahaman) yg kita cari tidak tertinggal dgn teman yg hadir.

    Dalam At-Taubah : 24 Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yg kamu usahakan, perniagaan yg kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yg kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yg fasik.
     
    Di contohkan ada seorang Ikhwan, yg setiap hari Senin sampai Jum’at bekerja dan menjadwalkan Tarbiyah setiap Sabtu. Namun seiring waktu, pekerjaan menuntut nya setiap hari Sabtu ada lembur. Ikhwan tsb pun memutuskan utk berhenti dari pekerjaan karena merasa panggilan Allah Swt. lebih utama dibandingkan pekerjaan. Awalnya memang sulit, namun pada akhirnya dia menemukan pekerjaan baru yg layak dan mendapatkan keberkahan oleh Allah Swt.

     
  3. Kemenyeluruhan dalam peran tarbiyah (at-takamuliyah fid-daur at-tarbawi)  
    Murobbi tidak hanya menjadi guru yg menyampaikan ilmu, namun bersamaan dgn itu menjadi Ustadz / Syekh yg bertanggungjawab terhadap ruhiyah Mutarobbi, juga sebagai Bapak / Ibu yg membimbing sang anak dan juga sebagai sahabat yg bisa di ajak bermusyawarah.

  4. Tidak boleh pelit dalam memotivasi, memuji ketika Mutarobbi berprestasi dan memberi dukungan ketika gagal “Kita masih ada kesempatan”. Terkadang ketika di perhatikan, biasanya ada energy positif yg masuk dibandingkan dengan orang yg di abaikan.

    Membuka ruang partisipasi / syuro. Walaupun wewenang ada di tangan Murobbi, tapi Murobbi harus memberikan ruang musyawarah sehingga tahu maksud dan tujuan apa yg dibahas. Ketika salah dalam musyawarah, "ya musyawarah lagi". :D

Harapan
Bagi Murobbi memiliki kebahagiaan tersendiri ketika Mutarobbi memiliki ilmu yg lebih luas. Berbeda dgn guru silat, biasanya bagi guru silat pada hakikatnya sama menurunkan ilmu nya kepada murid namun ilmu pamungkasnya tidak di berikan.

  • Murobbi harus memiliki 1 kelebihan / ciri khas.
  • Keseganan di bentuk dari kapasitas.
  • Memiliki sifat hamas / semangat yg menggelora.
  • Ghiroh (kecemburuan / pembelaan) Jika ada yg menjelek-jelekkan kita harus membela.
  • Izzah (harga diri / kebanggaan).

Yg harus di tanamkan utk Mutarobbi adalah “Menjadi Murobbi". Karena tujuan mulia dan akhirnya yg dibina akan menjadi membinaMurobbi dikatakan gagal ketika tidak bisa menciptakan Murobbi baru.

Kemenyeluruhan pesan-pesan tarbiyah inilah yg telah menghasilkan kader-kader terbaik dari kalangan sahabat Rasul Saw. (as-Sabiqunal Awalun) dan juga generasi berikutnya.

Dgn ini setiap mad’u atau Mutarobbi merasa nyaman dalam rumah tarbiyah mereka, memiliki semangat penerimaan (Ruhul Istijabah) yg kuat erhadap segala arahan dan bimbingan dari sang Murobbi tercinta.
Sehingga sebentar saja berada di rumah tarbiyah, mereka mengalami perubahan kepribadian yg cepat (Qabil lit-taghyir) dan selanjutnya mereka keluar dari rumah tarbiyah sebagai penyeru-penyeru perubahan ke arah kebaikan.

Demikianlah tarbiyah menjadi sarana efektif utk membangkitkan kesadaran umat dan membalikkan orientasi hidup mereka. Halaqoh amah (umum) dan halaqoh khashah (khusus / liqo) menghiasi malam-malam dan siang, dimana ribuan spidol whiteboard menuliskan kalimat Islam setiap harinya. Sebuah irama yg terus bergema tak pernah berhenti. Persis ungkapan Nabi Nuh as. “Ya Rabbbi, sesungguhnya aku telah mendakwahi kaumku malam dan siang”. (Q.S Nuh : 5).

(Q.S Ali Imran : 79) “Tidak wajar bagi seseorang manusia yg Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah." Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.

Pulang kembali ke rumah dgn dada yg penuh keindahan iman dan kesempurnaan tawakal kepada Allah Swt. Ilmu dan pemahaman yg di dapatkan dalam tarbiyah kemarin, telah menjadi tema berbagai liqa’at tarbawi pada keesokan harinya. Merekalah sosok-sosok Rabbaniyah.

Salah satu yg layak dicatat sebagai faktor penentu perkembangan dakwah gerakan Tarbiyah ini adalah semangat mereka untuk berbagi kebaikan, seluas mungkin, sebanyak mungkin. Para aktivis Tarbiyah tak menunggu sampai memiliki bertumpuk-tumpuk ilmu, beratus-ratus hafalan hadits atau berjuz-juz hafalan qur’an untuk berdakwah.

Y U K   L I Q O 

Wallahu’alam bisshawab.
Sesungguh ny sebenar-benar ny pembicaraan adalah Kalam Allah Swt.
Sebaik-baik petunjuk adalah Petunjuk Muhammad Saw.
Dan sejelek-jelek perkara adalah yg d ada-adakan.

Semoga bermanfaat.
Wassalam.

#Al-FatihSquad 
a. Istiqomah dalam mencari hidayah
Tidak memberikan peluang untuk  tidak hadir dalam tarbiyah dan hal yg memberikan energy utk Murobbi dan Mutarobbi dalam roda dakwah. Seringkali kita mendengar bahwa Akhwat yg menjawab ketika ditanya, “Kapan Anti memakai kerudung?”, “Tunggu hidayah”, jawabnya.

b. Istiqomah dalam keikhlasan
Terkadang yg membuat kita merasa tidak tenang dalam hidup ini karena kita tidak ikhlas. Coba anda lihat petani yg hidup enak walau makan di tepi sawah bersama keluarga, itu karena mereka menjalaninya dgn ikhlas.

c. Istiqomah dalam ketaatan dan kesabaran
Inilah hal terberat bagi setiap da’i dan bahkan nabi. Ayat yg membuat nabiyullah Muhammad SAW berubah rambutnya, adalah perintah untuk istiqamah.
Dalam Surah Hud : 112 di jelaskan “Maka tetaplah kamu pada jalan yg benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yg telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yg kamu kerjakan”.
Bersabarlah kamu bersama mereka yg menyeru kepada Allah Swt. Dalam perjalanan panjang dakwah dan tarbiyah ini, istiqomah dibangun melalui tarbiyah imaniyah yg terus-menerus, baik secara jama’i maupun dzati (mandiri). Liqo tarbawi sangat dipenuhi dgn suasana ruhiyah dan peribadahan (munakh ruhi wa ta’abbudi), dan berbagai aktifitas jama’i untuk tarqiyah ma’nawiyah dan tazkiyatun-nafs dilakukan secara periodik dan konsisten. Kemudian, ditopang oleh suasana saling menasehati (munakh tanashi) dalam kebenaran (bil-haq), dalam kesabaran (bis-shabr) dan dalam kasih sayang (bil-marhamah).

Tak Ada yang “Kebetulan”

Jumat, 27 Desember 2013

Bismillah.
Pernah mengalami suatu peristiwa yg kebetulan?, pasti pernah dan kita sering merasa heran. Betulkah itu sebuah peristiwa kebetulan?.

Definisi KEBETULAN dewasa ini?
Kita menjadi orang yg sangat toleran dengan kata “kebetulan”. Hampir sebagian besar yg terjadi pada hidup kita tanpa d rencanakan selalu d anggap “kebetulan”. Memang  ny siapa pemilik rencana semua ini?. Kita sering lupa ada “Sang Pemilik” rencana hidup kita. Sungguh, hanya logika dan akal manusia yg beranggapan ada “kebetulan” dalam hidup. Jadi ingat lh kebetulan sungguh hanya bahasa kita, bahasa manusia. “Kebetulan” kata kita adalah bahasa ketidaksanggupan kita dalam memahami kesengajaan Allah Swt.

Coba lh membayangkan
Pernahkah...
Saat kau duduk santai dan menikmati harimu, tiba-tiba kamu terpikirkan ingin berbuat sesuatu kebaikan utk seseorang?.
Itu adalah Allah.
Yg sedang berbicara denganmu dan mengetuk hatimu.

Pernahkah...
Saat kau sedang sedih, kecewa, tetapi tidak ada orang d sekitarmu yg dapat kau jadikan tempat curahan hati?.
Itu lh saat dimana Allah Swt sedang rindu padamu dan ingin agar kamu berbicara padaNya.

Pernahkah...
Kamu tanpa sengaja memikirkan seseorang yg sudah lama tidak bertemu dan tiba-tiba orang tsb muncul atau kamu bertemu dengan ny atau menerima telepon dari ny?.
Itu adalah Kuasa Allah yg sedang menghiburmu.
Tidak ada nama ny KEBETULAN.

Pernahkah...
Kamu mengharapkan sesuatu yg tidak terduga. Yg selama ini kamu inginkan, tapi sulit utk didapatkan?.
Itu adalah Allah.
Yg mengetahui dan mendengar suara batinmu dan hasil dari benih kebaikan yg kamu taburkan sebelum ny.

Pernahkah...
Kau berada dalam situasi yg buntu, semua terasa begitu sulit. Begitu tidak menyenangkan, hambar, kosong, bahkan menakutkan?.
Itu adalah saat dimana Allah mengijinkan kamu diuji, supaya kamu menyadari KeberadaanNya.
Dan Allah ingin mendengar rintihan dan doamu.
Karena DIA tahu kamu sudah mulai melupakanNya demi kesenangan.

Renungi
Sering Allah mendemonstrasikan KASIH dan KUASA  ny d dalam area, dimana saat manusia merasa diri ny tak mampu.

Semua peristiwa ada kaitan, ada tujuan, dan ada sesuatu di balik ny. Jadi jangan sekali-sekali menganggap ada sesuatu yg kebetulan di dunia ini. Semua punya kaitan walau kita tak menyadari ny. Semua ada tujuan walaupun kita sering tak mau tahu. Ada sesuatu d balik ny walau kita sering tak mau bersusah payah mencari ny.

Apakah terpikir tulisan ini hanya iseng ada di sini?.
TIDAK! sekali lagi TIDAK TIDAK!.
Sekali lagi TIDAK ada yg KEBETULAN.

Beberapa menit ini, tenangkan lh dirimu.
Rasakan kehadiranNya.
Dengarkan suaraNya yg berkata:

“Jangan Khawatir, AKU ada disini bersamamu!”.

Wallahu’alam bisshawab.
Sesungguh ny sebenar-benar ny pembicaraan adalah Kalam Allah Swt.
Sebaik-baik petunjuk adalah Petunjuk Muhammad Saw.
Dan sejelek-jelek perkara adalah yg d ada-adakan.

Semoga bermanfaat.
Wassalam.

Tulisan ini sesungguh ny sentilan tersendiri utk Penulis.
Setelah menyelesaikan kegiatan STAR (Studi Alam Terbuka) FIKRI FMIPA UNTAN 2013.
26 Desember 2013

Sistem Kaderisasi Kampus (Pengkaderan atau Senioritas?)

Selasa, 10 Desember 2013

Bismillah.
Banyak yg heran sekaligus bertanya-tanya kenapa harus ada kaderisasi dalam setiap organisasi baik itu d kampus maupun organisasi kemasyarakatan. Apa sebegitu penting ny kaderisasi utk organisasi?.
Mari kita tela’ah secara bersama-sama.

Di ibaratkan menanam pohon
Dalam sebuah kisah d terangkan seorang kakek yg sudah tua renta menanam sebuah pohon kurma. Kebetulan pada saat itu seorang raja lewat dan melihat kakek yg sedang menanam tsb. Dgn rasa penasaran sang raja bertanya kepada si kakek tentang alasan atau motivasi menanam pohon tsb. Sang raja bertanya seperti itu karena semua orang sudah tahu bahwa pohon kurma tidak akan berbuah kecuali setelah beberapa tahun sehingga mana mungkin kakek itu menanam pohon kurma utk d petik oleh diri ny sendiri. Ternyata benar, ketika d tanya si kakek menjawab dgn bijak. “Dulu orang-orang sebelum kita menanam pohon kurma sehingga buah ny dapat kita nikmati sekarang, apakah tidak ada keinginan dalam diri kita utk mengikuti jejak mereka dgn menanam pohon kurma saat ini supaya generasi setelah kita dapat menikmati buah kurma dari pohon yg kita tanam?”.

Apa itu Pengkaderan?
Pengkaderan berasal dari kata “kader”, yg berarti penerus. Tujuan paling akhir dari pengondisian itu adalah utk membentuk generasi penerus yg nanti ny akan meneruskan visi dan misi kelompok tsb. Sebuah tujuan yg mulia, bukan?. Maka proses pengkaderan itu d turunkan dan d wariskan pada generasi berikut ny utk mendidik banyak lagi generasi selanjut ny, dan akhir ny ia menjadi sebuah tradisi.

Setiap generasi dari setiap zaman yg berbeda mungkin saja mempunyai tujuan lain dalam mengadakan pengkaderan, tetapi tujuan utama itu tidak pernah hilang. Ia seperti abadi, d ceritakan dan d kuliahkan turun-temurun.

Hingga saat ini, belum ada aturan baku yg memiliki standarisasi baik dalam sebuah pola kaderisasi. Pola-pola tsb biasa ny disesuaikan dgn kebutuhan kader organisasi yg d jalani. Namun, dari beberapa pola kaderisasi Himpunan Mahasiswa d beberapa Perguruan Tinggi ialah menciptakan kader Himpunan yg memiliki loyalitas tinggi dan memiliki solidaritas yg tinggi terhadap Himpunan maupun angkatan ny.

Proses regenerasi memiliki peran penting dalam kelangsungan organisasi, bila proses regenerasi tsb terhambat maka proses berjalan ny organisasi itu juga akan terganggu seperti api unggun yg kehabisan kayu bakar. Demikian penting ny regenerasi menjadikan bagian pengkaderan dalam organisasi memiliki peran sentral utk senantiasa menyediakan stok kader agar sebuah organisasi bisa tetap hidup.

Jadi,pengkaderan yg ideal itu harus sesuai dgn tujuan dan esensi dari pengkaderan itu sendiri, dan juga harus sesuai dgn Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dan yg terpenting pengkaderan harus memanusiakan Maba bukan membuat sebuah robot Mahasiswa yg selalu patuh pada senior ny. 

Tawaran konsep
Ada 4 point penting yg harus d tekankan pada pengkaderan Maba utk melahirkan Mahasiswa yg ideal:
Pertama, life skill dan organisasi:
Fokus yg dibangun adalah berbasiskan kesadaran. Karena yg perlu d tanamkan dari awal d benak Maba adalah kesadaran pengenalan diri. Juga perlu d perkenalkan organisasi. Jangan sampai hanya mentok pada bangku kuliah saja dan menciptakan Mahasiswa apatis. 

Kedua, ketauladanan dari Pengkader:
Ini merupakan master plan mereka dalam menjajaki kehidupan baru d kampus. Pengkader yg baik adalah yg membimbing Maba ny menjadi baik. Salah satu analogi ny ketika kita menjadi seorang ayah, lalu kita memberi contoh dan mengajarkan hal-hal yg salah kepada anak kita maka anak kita juga akan mengikuti apa yg kita ajarkan.

Ketiga, titik tolak utk berubah:
Suatu proses utk beradaptasi dan juga merubah dari pola pikir siswa menjadi pola pikir Mahasiswa yg kata ny Mahasiswa itu kritis. Di sini kita bisa menumbuhkan idealisme Mahasiswa dgn menamamkan sikap disiplin yg bisa mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari ny. Pengkaderan juga harus membuat Maba itu sendiri mengetahui fungsi ny sebagai Mahasiswa. karena sebagai Mahasiswa bukan hanya mempunyai fungsi akademik tetapi juga banyak fungsi lain. Contoh ny berfungsi sebagai agen of change (agen perubahan), social control (pengawal kebijakan pemerintah), moral force (teladan masyarakat). 

Keempat, bersifat religius:
Jika format pengkaderan Maba d dasari oleh pemahaman agama, maka akan terlahir kader-kader anak bangsa yg ideal, akan muncul sosok Mahasiswa yg kritis, akademis, dan idealis. Dgn menjadikan Islam sebagai tiang awal kita utk mengkader maka kekerasan tidak akan terjadi lagi.

Tentu ny semua itu bisa terlaksana jika d landasi dgn spirit keikhlasan dalam dada. Jangan ada dendam kesumat dgn sebuah kedzaliman dan tindak kekerasan, karena Allah Swt. telah menjelaskan kepada kita: ”Dan bagi orang-orang yg dzalim (pelaku kekerasan) itu tidak ada seorangpun pelindung dan tidak ada pula penolong bagi ny” (QS. Al Hajj: 71). Rasulullah Saw. juga pernah bersabda: ”Takutlah kalian pada kedzaliman, karena kedzaliman itu merupakan kegelapan pada hari kiamat”

Evaluasi sekarang!
Itulah masalah yg sedang marak saat ini. Kita hanya menyontek dan menjiplak konsep-konsep yg sudah ada tanpa mau repot-repot memikirkan ny lagi. Itulah yg akan terjadi jika kita hanya mengambil konsep orang lain dan menjalankan ny seakan dgn jaminan, bahwa jika orang lain berhasil menerapkan konsep itu dgn baik, begitu pula dgn kita. Hei, apakah kita lupa pada banyak faktor lain yg seharus ny kita pertimbangkan sebelum memulai menggunakan konsep itu?. Situasi dan kondisi, serta kualitas awal calon penerus seharus ny kita jadikan dasar utk menentukan langkah kita selanjut ny. 

Kehidupan ini memang abu-abu, utk jadi idealis sempurna itu mustahil. Kita semua ada di zona abu-abu. Kita tidak akan pernah bisa jadi hitam ataupun putih sempurna. Kita tidak akan bisa hidup di satu sudut pandang saja, keluar dari zona aman dan coba lihat dunia dari banyak sisi.

Pertanyaan ny sekarang, “apakah benar pembinaan tidak menghasilkan apa-apa kecuali hanya menambah beban mental bagi Maba?. Dan apakah pembinaan itu hanya lh serangkaian acara yg tidak mempunyai konsep jelas, dan hanya menjadi kegiatan yg tidak bermanfaat yg menyita waktu Maba d tengah jadwal ny yg mulai padat?”.

Mungkin anda yg tengah membaca ini akan menjawab “Ya”. Tapi apakah benar seperti itu ada ny?.

D balik semua itu terdapat harapan agar dapat mempersiapkan kader penerus terbaik dan melanjutkan estafet kepemimpinan yang telah berlangsung dari para perintis.

Tampak ny sekarang hal itulah yg menjadi kendala bagi setiap Himpunan Mahasiswa hari ini, mereka sebenar ny mempunyai tujuan yg mulia, tapi mungkin ada cara-cara dari Himpunan itu sendiri yg mungkin sulit dipahami oleh objek pembinaan ny, Maba. 

Hal yg menurut saya paling penting adalah, mengkader lh dgn hati. Mengkader lh sebagai abang yg ingin adik ny menjadi lebih baik terus menerus. Bila memang salah dan perlu d beritahu dgn cara memarahi ny, tidak masalah. Ingat lh bahwa kita adalah manusia biasa, ada kala ny kita salah, terima lh kritik dari junior utk perbaikan diri kita. Karena kalimat senior selalu benar bukan lh sebagai tameng saat diri kita melakukan kesalahan, melainkan sebuah perintah bagi diri utk selalu melakukan apa yg benar dan selalu memberikan bimbingan yg terbaik.

Kaderisasi yg hanya senioritas dan perploncoan belaka memang tak pantas menjadi bagian dari fikiran kita. Tapi kaderisasi yg berkualitas demi menciptakan kader-kader yg handal justru menjadi tanggung jawab kita. 

“Kalau anda mau mengubah sistem, maka ikut bergabung lh kedalam ny, dan jadi lh agen perubahan”.
Anda tidak akan bisa membersihkan Masjid jika hanya berteriak dari luar, bergegas lh masuk ke dalam, dan segera bersihkan (Muhammad Nurudin, Eks. Ketua BEM FMIPA 2010).

Wallahu’alam bisshawab…
Sesungguh ny sebenar-benar ny pembicaraan adalah Kalam Allah Swt.
Sebaik-baik petunjuk adalah Petunjuk Muhammad Saw.
Dan sejelek-jelek perkara adalah yg d ada-adakan.

Semoga bermanfaat.
Wassalam.

Oleh : Gunawan (Skom’12)
PSDM Kaderisasi HIMASTER FMIPA UNTAN
Kaderisasi KAMMI Komsat UNTAN

Peresmian Lapangan Futsal SMKN7 Oleh Walikota Pontianak

Sabtu, 30 Maret 2013

Lapangan futsal?. Mungkin bukanlah hal yang asing bagi Siswa-siswa, tapi untuk memiliki lapangan futsal di kawasan sekolah sendiri, itu baru LUAR BIASA. Itulah yang kini dirasakan oleh Siswa/i maupun Alumni SMKN7 Pontianak. Yang baru saja memiliki lapangan futsal sendiri dan telah diresmikan Oleh Walikota Pontianak H. Sutarmidji,S.H,M.Hum.






















Earth Hour 60+ Pontianak 2013

Kegiatan tahunan yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat serta kesadaran akan pentingnya menghemat energi ini dinamakan Earth Hour 60+. Tak hanya memanfaatkan energi untuk mencukupi kebutuhan manusia di zaman sekarang, tetapi untuk menyisakan energi untuk anak cucu kelak adalah suatu keharusan sebagai insan manusia.


































Followers on Facebook

 
Copyright © 2011. Jangan Malu Menjadi Programer - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger